6 Desember 2012

Antara Kebenaran dan Kejahatan

Share This
Tags

Zaman akhir, musik dan karya seni mampu meredupkan pandangan terhadap moral dan aqidah, sekarang Islam seperti sudah tidak memiliki peran apa-apa lagi terhadap penganutnya. Apa yang seharusnya dianggap keji justru dipuji dengan alasan seni, apa yang seharusnya diteladani justru menjadi skandal yang menakutkan. Kasus seperti ini mengingatkan kita pada pesan Anton LaVey, seorang tokoh freemason sekaligus pendiri gereja setan. Apa katanya? “Seni, musik, tulisan efektifnya kami sebut propaganda penyebaran informasi untuk mempengaruhi generasi muda baru”.

Hingga saat ini, propaganda melalui musik sudah berhasil mempengaruhi dan sudah jelas menancap dalam pikiran muda-mudi akhir zaman, dimana musik sudah dianggap segala-galanya. Apa yang terjadi terhadap moral? mengapa begitu relanya kita merendah hanya untuk membela yang keji, bukankah kemaksiatan adalah satu hal yang harus dibenci?

Menyukai musik merupakan hal yang wajar, tapi disini masalahnya ada pada tingkat sosial, adat serta marwah, kemaksiatan adalah satu hal yang tidak butuh pembelaan, berhubung “Addinnunnasihah” / “Agama adalah nasihat”. Maka terdapat andil besar dalam diri guna membasmi segala macam jenis kebathilan, walau sekalipun termasuk saya yang berbuat, dia, mereka, atau siapa sahaja, konsekuensinya tetap ada!

NOAH, grup band baru yang telah dibentuk oleh person yang pernah mencoreng nilai agama merupakan satu perkara besar bagi pribadi seorang Muslim. Bukan karena alasan tidak maunya kita menerima mereka yang sudah bertobat, tetapi memujanya dengan alasan seni dan mengubur keburukannya termasuk olok-olok terbesar yang kita lakukan terhadap agama.

Lhokseumawe, Aceh khususnya, masih banyak yang lebih penting dari sekedar membuat kelompok pembela pezina, menganggap zina satu hal yang biasa tidak bisa dibiarkan. Lihat akibatnya, syaitan-syaitan sudah merusak keseimbangan kehidupan. Aa Gym, seorang da’i kondang yang berjalan dengan keridhaan Tuhan justru mendapat cibiran dari berbagai kalangan, hingga dia di rendahkan dan akhirnya mengurangi ketenarannya dalam berdakwah. Bukan hanya itu, dakwahnya pun menjadi kurang diminati.

Satu kegilaan baru! NOAH yang muncul ke permukaan dengan penggagasnya yang pernah tersandung AKSI KEJI dan pernah dinikmati oleh jutaan mata di Indonesia justru kian memperoleh popularitas tinggi. Apa yang kita sebut karya dan seni dan apa fungsinya DIEN ALLAH bagi kita? Nurani kita yang akan menjawab!. (MIA)

Copyright © 2017 Majalah Santri Dayah. All Rights Reserved.