15 Desember 2012

PWNU Aceh Adakan Seminarkan Wakaf Produktif

Share This
Tags

Aceh Besar  – Pimpinan wilayah Nahdlatul Ulama Aceh, Kamis (13\12) siang mengadakan seminar tentang wakaf produktif, acara ini dipusatkan di gedung  Aula PB Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) yang bertempat di komplek Dayah Thalibul Huda Al-Aziziyah Gampong Bayu Lam Cot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten  Aceh Besar, dalam seminar ini pihak PW NU Aceh menghadirkan 3 praktisi bidang wakaf sebagai pemateri, Guru Besar IAIN Ar-Raniry Prof. Dr. Tgk.H. Muslim Ibrahim, MA, Kementerian agama Provinsi Aceh Drs. H. Mukzi Abdullah (Kasi Pemberdayaan Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Aceh) dan (ketua PWNU Aceh) Tgk. H. Faisal Ali.

Seminar yang di ikuti oleh 60 orang peserta ini berlangsung selama sehari, mulai jam 09.30 hingga pukul 17.35, para peserta yang hadir merupakan perwakilan dari kepala KUA Kecamatan  Se- Kota MadyaBanda Aceh dan Aceh Besar, para pimpinan dayah yang ada di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, para pengurus PC NU se Aceh dan Ormas Islam.

Ketua PWNU Aceh Tgk H. Faisal Ali, dalam sambutannya memaparkan tentang sebab dan faktor kurangnya kepedulian masyarakat indonesia umumnya, masyarakat aceh kususnya terhadap waqaf, menurut beliau diantaranya karena factor minimnya pemahaman masyarakat tentang wakaf, kurangnya sosialisasi tentang waqaf dari pihak terkait, masih lemahnya manajemen waqaf yang ada di tempat kita, maka melalui seminar ini mari kita ciptakan dan kita bangun bahkan kita sosialisasi nilai-nilai waqaf dalam kehidupan masyarakat sehingga nantinya masyarakat mengetahui makna waqaf, papar Ketua PWNU Aceh. yang dikirim kepada SantriDayah.

Prof. Dr. Tgk.H. Muslim, MA, dalam sambutan yang terdapat pada materinya, beliau mengatakan bahwa selama ini, umat islam di Indonesia khususnya masyarakat di perdalaman masih banyak yang beranggapan bahwa asset wakaf itu hanya boleh digunakan untuk tujuan ibadah saja. Misalnya, pembangunan masjid, komplek kuburan, panti asuhan dan pendidikan. Padahal, nilai ibadah itu tidak harus berwujud langsung seperti itu. Bisa saja diatas lahan wakaf dibangun pusat perbelanjaan, yang keuntungannya nanti dialokasikan untuk beasiswa anak-anak yang tidak mampu, layanan kesehatan gratis, atau riset ilmu pengetahuan. Karna hal tersebut juga bagian dari Ibadah.

Sedangkan Drs. H. Mukzi Abdullah selaku Kasi Pemberdayaan Zakat Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh dalam materinya, beliau lebih menjelaskan tentang tata kelola dan kepengurusan waqaf, dimana pradigma wakaf pada masa lalu lebih berorientasi pada prinsip keabadiaanya, tetapi di zaman sekarang lebih berorientasi pada prinsip kemamfaatannya. Beliau mengharapkan dengan adanya seminar semacam ini sedikit banyaknya bisa membantu pemerintah dalam mensosialisasi waqaf di dalam masyarkat. [TF]

 

 

Copyright © 2017 Majalah Santri Dayah. All Rights Reserved.