20 Desember 2014

Pengurus Masjid Raya Minta Pengajian Jum’atan Ulama Dayah Diganti Ke Hari Lain

Share This
Tags
Tgk. H. Tarmizi Judon sedang mengajar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menggantikan Abu Kuta Krueng

Tgk. H. Tarmizi Judon sedang mengajar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menggantikan Abu Kuta Krueng

Santri Dayah.Com, Banda Aceh- Pantia Pengajian Tastafi baru saja memulai pengajian rutin Jumatan yang diisi oleh ulama kharismatik Aceh di Mesjid Raya Baiturrahman dua hari yang lalu (19/12). Pengajian ini merupakan tindak lanjut dari usulan Wakil Gubernur Aceh agar pengajian yang diisi oleh ulama dayah di Masjid kebanggaan rakyat Aceh ini dapat diadakan seminggu sekali. pengajian ini bertujuan untuk mengkaji persoalan agama dan mengajari umat tentang nilai- nilai Islam. pengajian ini direncanakan diadakan setiap hari Jum’at diasuh oleh ulama- ulama kharismatik Aceh. jelas Tgk. Muhammad Iqbal Jalil kepada Majalah Santri Dayah.

Ternyata pengajian rutin ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari warga Kota Banda Aceh. para Jamaah telah hadir ke Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti pengajian yang dijadwalkan diisi oleh Abu Kuta Krueng, Namun karena beliau dalam kondisi sakit, pengajian perdana ini di wakili oleh menantunya, Tgk Tarmizi yang juga ketua PW HUDA Kabupaten Pidie Jaya. Rencananya pengajian ini akan diadakan secara bergilir setiap hari jumat mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. tambah Tgk. H. Iqbal Jalil.

Namun anehnya, disaat pengajian hendak dimulai, ketua Penyelenggara justeru dipanggil keruang pengurus Masjid Raya Baiturrahman dan Pengurus meminta pengajian ini dihentikan untuk diganti pada hari lain saja.lanjut Tgk.H. Iqbal Jalil, Hadir dalam ruang tersebut diantaranya Asisten II, kadis Syariat Islam Aceh Prof. Dr Syahrizal Abbas dan beberapa pejabat SKPA yang lain. Mereka beralasan pengajian pada hari Jumat mengganggu orang i’tikaf dan petugas kebersihan Masjid.

Suasana semakin menegangkan dengan banyaknya anggota kepolisian dan Satpol PP yang berjaga-jaga dimana seolah-olah akan terjadi keributan. Padahal kegiatan pada hari itu murni kegiatan pengajian yang  bertujuan untuk membuka wawasan keilmuan umat Islam yang sudah lama merindukan ilmunya para Ulama. Entah siapa yang menghembuskan berita- berita negatif kepada pihak pengurus Masjid sehingga suasana Masjid Raya berbeda dengan hari biasanya. Sebut Tgk. H. Iqbal Jalil.

Ketua penyelenggara, Tgk Marwan Yusuf sangat menyayangkan sikap pengurus Masjid dan beberapa Pejabat SKPA yang membendung kegiatan seperti ini. “Di saat ada sebagian pemuda yang memiliki i’tikad untuk mengemban sebagian tugas Pemerintah dalam pembinaan umat, ternyata kegiatan ini malah diminta untuk dihentikan dengan alasan yang tidak logis. Sudah seharusnya pada hari Jumat Masjid Raya dihidupkan dengan kegiatan Pengajian seperti ini, sehingga Jamaah akan termotivasi untuk hadir lebih awal ke Masjid sambil menunggu pelaksanaan shalatJumat.

Tgk Marwan juga menambahkan bahwa pihaknya telah mendapat rekomendasi dari Gubernur Aceh dan Imam Besar Masjid Raya, Prof. Dr. Azman Ismail, MA dua minggu yang lalu. Pihak Panitia juga telah melayangkan surat resmi kepada Pengurus Masjid. Namun tanpa adanya surat pembatalan, tiba-tiba pihak pengurus Masjid meminta acara ini dihentikan dan diganti pada hari lain. Nampaknya Pengurus Masjid Raya terlalu phobia dengan hadirnya ulama dayah mengisi pengajian di Masjid Raya Baiturrahman.Ujar Tgk. Marwan Yusuf.

Penolakan ini juga menunjukkan semacam adanya kekhawatiran dari pihak-pihak tertentu terhadap berlakunya pelaksaan ibadah yang sesuai dengan manhaj Ahlussunnah Waljamaah di Masjid bersejarah ini. Lanjut Tgk. Marwan Yusuf. ia berharap ada titik temu yang baik antara pengurus Masjid Raya, SKPA dengan panitia pengajian Jum’atan sehingga semua akan berjalan lancar dan masyarakat dapat mengikuti pengajian keagamaan dari ulama- ulama dayah Aceh di Masjid Raya Baiturrahman setiap hari Jum’at. (MIJ)

Copyright © 2017 Majalah Santri Dayah. All Rights Reserved.